Bugi, Tole dan Kukut punya teman baru. Namanya Mohok.
Mohok adalah kaktus cebol yang saya beli di pasar Unpad hari Minggu sepulang praktikum kemarin. Lucu. Hijau muda grundel-grundel.
Saya kira saya cukup punya alasan jika suatu saat Mohok bertanya: "Kenapa kamu milih saya, Adieu?". Maka beginilah jawaban saya:
"Karena kamu murah, Hok. Heuheu... Tapi tenang, bukan berarti kamu murahan. Saya pilih kamu karena kamu hampir punya watak yang sama dengan Bugi, Tole, dan Kukut. Tidak menyusahkan saya (bahasa yang lebih diplomatis ketimbang saya tidak mau susah dengan keberadaanmu..whaha...). Kamu cukup tegar untuk tetap hidup dengan tidak terlalu berharap banyak pada orang lain. Bukankah terlalu berharap itu tidak menyenangkan, Hok? Ya, tentu saja. Karena dengan itu kamu akan cemas dan berjibaku dengan ketakutanmu sendiri. Kamu cukup mengerti bahwa orang lain adalah juga ruang yang tidak selalu bisa kamu tinggali meskipun kamu menyukainya. Iya kan, Hok? Ngangguk dong ah! Kamu sosok yang selalu ingin memperlihatkan kesabaran. Selalu ingin mensyukuri keadaan dan ketiadaan, juga belajar dari itu semua. Kamu hanya ingin hidup dan mencoba tulus pada orang-orang yang ada di sekitarmu. Menyenangkan mereka dengan bentukmu yang boncel, warnamu yang cerah. Tapi kamu juga punya duri, Hok. Setidaknya duri itu yang akan menjagamu, membuatmu mampu bertahan menghadapi ancaman dari luar dirimu. Makanya saya menyenangimu, saya memilihmu, dan memintamu untuk selalu jadi cermin ketika saya luput mengenali diri saya sendiri. Hok, tetaplah hidup. Betahlah hidup bersama saya, Bugi, Tole dan Kukut. Mau kan, Hok? Saya mohon."
Undergoing MyBlogLog Verification


0 comments:
Post a Comment