Saya kehilangan satu teman bicara. Kukut. Komputer butut saya terkasih. Meski ada Mohok, posisi Kukut tidak pernah bisa digantikan. Akhir-akhir ini saya sudah terlalu bingung terhadapnya. Apa lagi yang harus saya lakukan. Tiap kali dinyalakan, dia suka tiba-tiba pingsan.
Kemarin saya minta Pak War untuk menyembuhkannya. Kukut diboyong Pak War ke rumahnya. Tapi tak lama. Malam tadi, Pak War mengantarkannya kembali ke kamar saya. Saya kira Kukut akan sembuh. Saya sudah berteriak-teriak. Akhirnya, Kut, kamu sembuh juga dan malam ini, saya akan menceritakan banyak hal.
Malangnya, baru beberapa saat saya tinggal untuk makan di bawah, Kukut pingsan lagi. Aduh Kukut...kamu tuh ngambek ya sama saya?
Pak War bilang Kukut harus punya pasangan hidup biar dia bisa tetap bertahan. Stabilizer. Harddisc-nya si Kukut sudah payah, riskan karena selama ini ia selalu dipaksa bertahan dengan arus listrik yang tidak stabil. "Coba deh Adieu beli stabilizer, nanti saya ke sana lagi", begitu pesan Pak War di tengah-tengah kecemasan saya tadi malam.
Hfffhhh... Itu artinya, budget bulanan saya bulan ini lebih besar dari budget saya biasanya. Tapi demi Kukut, demi cerita dan kenangan yang tak boleh luput, saya akan lakukan apa saja.
Inget ya, Kut. Kamu harus sembuh demi saya. Saya sayang kamu, Kut. Saya butuh kamu. Sembuhlah. Saya mohon!!!:(


0 comments:
Post a Comment