Lalu bungabunga itu menggugurkan kelopaknya
dan kalender itu membunuh satu persatu setiap angka yang sudah tak layak tampak
Lalu tanahtanah bertanya kepada kegaiban semesta:
Sampai kapan aku menjadi rumah bagi mereka yang tak dapat lagi tertawa?
Lalu kita bergidik menyaksikan keganjilan sang waktu sambil terus resah bertanya:
Kapan giliran kita?
(dicuri dari sajaktukangtidur)----------->maaf saya mencurinya, kawan!


1 comments:
Bu...
Ayo curi terus !! maju terus pantang keok.
Post a Comment