Jam delapan kira-kira, saya duduk di gerbang kampus menikmati semangkuk soto bersama seorang kawan yang juga beruntung :( karena tak pulang dan berkumpul dengan keluarga di rumah. Sambil menghayati sesendok demi sesendok soto, ingatan saya mencari muara: rumah, ibu, bapak, dan adik-adik saya.
Ah sudah. Saya tak hendak mencari kesedihan.
Kembali saya nikmati sisa-sisa kuah di mangkuk yang saya pegang. Kali ini makin lahap.


0 comments:
Post a Comment