...jendela

Avatarmenengok sedikit ke pengalaman majemuk yang telah lewat

Showing posts with label run. Show all posts
Showing posts with label run. Show all posts

noise i can't remove inside..



at city centre 9 pm, just like you wrote. and i try to think about. snow coming in just like before. i will be on stand-by, releasing the vapour into the lung, getting the wings unfurl. and for a moment i feel young. i call on the bird. unfurl. it's time to chose side now. that's what you said when we talked on the phone. so white our eyes. you are still. are you paralyzed.*

*song by katatonia, unfurl

momento (4)



yogyakarta, mei 2011. ini tentang lampu jalan yang menemani penantian saya, ncep, dan adik perempuan saya senja itu di tepi malioboro. pendarnya berselang-seling di sela-sela sesak manusia yang menikmati belanja. sebagian lapak sudah dikemasi, sebagian lagi masih digelar begitu saja. barangkali yang empunya lapak masih berharap rejeki datang jelang malam yang mulai matang.

garis-garis cahaya lampu mulai menegas. kami yang berdiri di bawahnya tampak semakin menguning. kendaraan, yang bermotor dan yang tidak bermotor melesat cepat-cepat. suara ketepak-ketepak kaki kuda penarik delman berharmoni dengan nyaring klakson dari ratusan motor dan mobil yang lewat di hadapan kami. kami masih melanjutkan penantian.

sementara cahaya lampu sederhana itu semakin lugas, kami bergegas. jemputan kami datang. penantian pun tuntas.

cahaya lampu itu pun menghilang lamat-lamat direduksi jarak. yang bersisa hanya ingatan yang nyaris luput dan abai jika tadi malam, saya tidak membuka kembali beberapa loker foto dalam memori harddisk laptop saya yang ringkih sebelum waktunya.

obscurantism

saya sedang dekat dengan krayon, sketch book yang saya nobatkan sebagai catatan, kamera (pinjaman), dan si onew (laptop saya). kata-kata di kepala saya sedang berlibur, entah kemana dan sampai kapan. biarlah. tapi, saya kira, saya harus tetap mencari cara untuk membuat betah kesan dan ingatan, meski tanpa kata.

dengan empat benda itu, saya senang membekukan sesuatu. tentang semut yang berjalan runut. tentang letih yang menjadi tua dan perih. tentang cinta pathetic yang menggembungkan kelopak mata. tentang bulan demi bulan yang terbirit berjalan. tentang daun-daun yang jatuh terayun. tentang senja yang menyala. tentang tangis yang tak kunjung habis. ya, tentang segala hal yang enggan saya obral pada mereka, orang-orang yang saya kasihi. tentang segala yang musrti dikebiri saat sampai di ujung jari,

obscurantism... indeed i'm on the run.

hiatus

betapa menakjubkan warna jingga yang meredup kala matahari mulai menelusup. serupa mencerabut daun liar kecil itu lalu menyimpannya di sela-sela catatan, menikmati gumam yang rembes pelan ke dalam jiwa, menjalin lega dan sunyi dalam setarik nafas, melupakan sejenak ekpektasi yang lekat di kanan kiri, lalu ... sed fugit interea, fugit irreparabile tempus.

grip

This is where your sanity gives in
and love begins
Never lose your grip
don't trip
don't fall
you'll lose it all

The sweetest way to die

It lies deep inside
you can not hide
it's the meanest fire

Oh, it's a strange desire
you can not lie
that's a needless fight
This is where your sanity gives in
and love begins
Never lose your grip
don't trip
don't fall
you'll lose it all

The sweetest way to die

When your blood runs dry
you're paralyzed
it will eat your mind
Did you hold it back
It comes to you in slow attacks
It's the meanest fire



THE CARDIGANS time

numb

ia hanyalah seorang manusia yang merasakan sesak di sisa-sisa malam. baginya lima menit itu tak akan pernah dilupakan. baginya lima menit itu cukup emosional, serupa air mata yang tumpah begitu saja itu. lima menit adalah spontanitas yang resah. dan tangis adalah lelah yang hampir kalah.

kamu

saya sedang berpikir, kapan kamu dan saya akan saling menggenggam. berapa tahun lagi? ah kamu mahal sekali.


inceran saya yang gemar bermimpi (atau berkhayal?)


kalo yang ini, "adieu (adian) ku kuda beureum" (artinya tanya sama wa kepoh)

bacabacabaca

untuk kesekian kalinya saya mengutuk diri sendiri...
tak lagi bisa dihitung, entah sudah sekian belas bulan saya absen dari membaca. sebetulnya bukan tidak sama sekali melakukannya. karena buktinya ada sejumlah buku yang mau tidak mau harus saya jelajahi tiap minggunya. maksud saya adalah, saya tidak lagi menemukan hasrat membaca yang benar-benar keluar dari jiwa saya, seperti yang saya lakukan dulu. jika budi dharma, dalam "bukuku kakiku", menyatakan bahwa manusia sebagai homo ludens, mahkluk yang senang bermain-main bahkan ketika dia membaca, maka saya tidak menemukan tempat bermain saya saat saya membuka buku.

saya jadi berpikir jangan-jangan usia mengubur minat baca? namun benarkah kesimpulan itu? rasanya juga tidak, karena banyak di antara orang-orang yang saya kenal adalah orang yang lipatan-lipatan otaknya semakin penuh dengan pengetahuan, dan mereka tak lagi muda. lantas ada apa sebetulnya dengan saya?

sungguh, mengingat betapa dangkal dan tumpulnya kemampuan yang saya miliki, semua itu sangat tidak menyenangkan. buku-buku catatan saya semakin jarang. bahkan saya sempat malu saat tak sengaja menemukan sejumlah buku kecil tempat saya menulis segala hal yang saya temukan dulu, ketika hari-hari harus saya lalui dengan kecemasan dan disorientasi hidup.

lalu mengapa hasrat itu tak semakin dahsyat saat saya sudah merasa menemukan pijakan hidup? mengapa 'rasa haus' itu tak semakin menggelora saat saya merasa dapat mengayunkan langkah-langkah tegas?

wahai angin, wahai hujan, wahai terik, kemana kalian membawa 'nyawa' saya berlari?

out of mind, out of mine???

Siapa tuh namanya???? Aaa... Si Xxx. Sial! Tak satupun fotonya muncul saat saya googling. Hrrgghh... Betapa tidak terkenalnya manusia itu.

Tahukah? Dialah sang pembuat ulah. Dia yang membuat saya bertambah kacau 27 Oktober ini.

Saya tahu ini konyol dan buang waktu dan mungkin mengkhayal terlalu jauh. Saya ingin menjambak rambut vokalis salah satu band deathmask Asia Tengah itu. Saya ingin menjeduk-jedukkan kepalanya ke tembok dan tak henti mencemooh setengah teriak: "Kenapa rambut kamu panjang? Kenapa rambut kamu panjang? Kenapa rambut kamu panjang?..."

Dia adalah orang kesekian yang rambut panjangnya mengganggu ingatan saya. Sebelumnya ada Otong, Ipan, Jaka, Unyil dan Mamat. Mereka bernyanyi dan berambut panjang. Sungguh menyebalkan. Merusak keseimbangan alam semesta, seperti para pejabat itu ketika lewat. Bising. Menguing-nguing.

Argghhh...!!!

...................#%%+$#%*+***%+$%####

(anybody have tissue?)