untuk kesekian kalinya saya mengutuk diri sendiri...
tak lagi bisa dihitung, entah sudah sekian belas bulan saya absen dari membaca. sebetulnya bukan tidak sama sekali melakukannya. karena buktinya ada sejumlah buku yang mau tidak mau harus saya jelajahi tiap minggunya. maksud saya adalah, saya tidak lagi menemukan hasrat membaca yang benar-benar keluar dari jiwa saya, seperti yang saya lakukan dulu. jika budi dharma, dalam "bukuku kakiku", menyatakan bahwa manusia sebagai homo ludens, mahkluk yang senang bermain-main bahkan ketika dia membaca, maka saya tidak menemukan tempat bermain saya saat saya membuka buku.
saya jadi berpikir jangan-jangan usia mengubur minat baca? namun benarkah kesimpulan itu? rasanya juga tidak, karena banyak di antara orang-orang yang saya kenal adalah orang yang lipatan-lipatan otaknya semakin penuh dengan pengetahuan, dan mereka tak lagi muda. lantas ada apa sebetulnya dengan saya?
sungguh, mengingat betapa dangkal dan tumpulnya kemampuan yang saya miliki, semua itu sangat tidak menyenangkan. buku-buku catatan saya semakin jarang. bahkan saya sempat malu saat tak sengaja menemukan sejumlah buku kecil tempat saya menulis segala hal yang saya temukan dulu, ketika hari-hari harus saya lalui dengan kecemasan dan disorientasi hidup.
lalu mengapa hasrat itu tak semakin dahsyat saat saya sudah merasa menemukan pijakan hidup? mengapa 'rasa haus' itu tak semakin menggelora saat saya merasa dapat mengayunkan langkah-langkah tegas?
wahai angin, wahai hujan, wahai terik, kemana kalian membawa 'nyawa' saya berlari?