jangan bayangkan pistol kacang itu seperti ak47, atau mungkin senjata-senjata lain yang lebih futuristik yang digunakan israel dan amerika serikat untuk menyerang saudara-saudara kita di palestina, irak, afghanistan, pakistan, dan tempat-tempat lainnya. jauuuuuh. pistol kacang hanya sejenis tanaman. bentuknya seperti angsa, dengan kepalanya sebagai bunga kuncup yang sewaktu-waktu bisa menembak siapa saja. pistol kacang adalah tanaman legendaris yang sejak dulu digunakan oleh para nenek moyang untuk mengusir setan. tapi, seiring dengan berkurangnya setan, permintaan akan pistol kacang pun berkurang drastis, dan sekarang tanaman ini jadi langka.
saya ingin protes pada takahashi rumiko. siapa bilang setan berkurang saat ini? bukannya perkembangbiakan setan lebih banyak dari kedipan mata manusia? seandainya saja, saat membuat komik edisi 34 ini, rumiko ada di gaza, di kandahar, di waziristan, di baghdad, atau mungkin di indonesia, atau dimanapun di dunia ini, bukan di sebuah apartemen nyaman di jepang, mungkin cerita langkanya pistol kacang yang melegenda itu tidak akan pernah ada. pistol kacang akan dijual seperti halnya kacang. ada dimana-mana, dengan harga murah.
dan kita akan membeli banyak. kita selundupkan lewat terowongan di rafah untuk gaza, kita selundupkan lewat perlintasan torkham antara afghanistan dan pakistan. dan pada saat tentara keji zionis serta salibis itu kembali melakukan serangannya, biar pistol kacang itu yang membalas mereka dengan tembakannya yang bertubi-tubi. bahkan sebelum senjata tentara-tentara la'natullah 'alayh itu dikokang, pistol kacang sudah lebih dulu menyerang. dan cerita tertembaknya pasukan penjajah itu oleh pistol kacang akan jadi dagelan paling lucu yang pernah kita saksikan, sama seperti saya terpingkal-pingkal membaca ranma. barangkali saat itu pula, untuk pertama kalinya, kita akan mendengar gaza, afghan, pakistan, irak, dan lainnya bergemuruh karena tawa geli penduduknya.
"tok..tok...tok..."
"ya?"
"teh, mau beli makan ngga?"
"ngga. emang ika mau kemana?"
"keluar. jalan-jalan, nemenin si 'boc'. stress dia."
"oo...ya udah lah hati-hati. saya keluar kayaknya. tapi ntar malem."
"okew deh. dadah, teteh."
saya kembali ke depan monitor, dengan tulang leher bagian punggung yang nyut-nyutan. mungkin memang sebaiknya saya sadar. bahwa pistol kacang hanya ada dalam imajinasi rumiko dan saya yang membaca karyanya. tapi, saya masih tetap yakin, kekuasaan Allaah lebih dahsyat ketimbang khayalan rumiko di komik ranma.
(mari kembali bekerja, adieu!!!)



0 comments:
Post a Comment