...jendela

Avatarmenengok sedikit ke pengalaman majemuk yang telah lewat

sentimen sore-sore

Sejak saya merasa tua, sejak saat itu pula saya berani nyeletuk "Bodoh!" pada saat melihat segerombol orang yang memakai kostum (kaos, jaket, jas, atau apapun) jalan beramai-ramai. Mungkin saya akan cukup bisa memaklumi jika perilaku berkostum sama ramai-ramai tersebut punya momen (setidaknya ada event tertentu). Tapi kalo cuma buat pamer.........o gosh.....how stupid they are.... Hanya untuk menunjukkan kalo mereka baru saja dibagi kaos/jaket kelompok/golongan? Hanya untuk menunjukkan kalo kaos/jaket itu melambangkan kedigdayaan golongan mereka? Bodoh. Bodoh.
Untuk hal ini mungkin saya sepakat dengan Umberto Eco. Aku berbicara lewat pakaianku. Hanya saja dengan makna yang penuh sentimen: karena pakaian itu hanya simbol kedangkalan berpikir mereka. Simbol tetaplah simbol. Soal interpretasi, saya rasa, sudah bukan lagi jadi ranah orang yang menciptakan simbol. Seperti pengarang yang sudah mati ketika karyanya dibaca (hehe......saya lupa siapa yang bilang).
Pintarlah sikit!!!! Ngapain kalian bayar kuliah mahal2 cuma dapet jaket doang??...............^^

------------------------------------------
(sekedar klarifikasi-karena itu berarti saya tidak mematikan kesadaran, meskipun ia datang cukup terlambat-...tulisan ini adalah tulisan paling sentimen yang pernah saya buat. saya sudah cukup kesal dengan pelaksanaan praktikum yang biayanya menguap entah kemana dan bagaimana, dan pulangnya, saya melihat kawan-kawan mahasiswa jurusan "J" fakultas "Kom" cekikikan dan bergaya sok "wart" jalan di depan saya......cuihhh!!! gomen ne...)

1 comments:

November 10, 2008 at 1:26 AM Anonymous said...

ihh...
jeng adieu rese amat sih
awas ja ya ngasi coment jelek sm seragam shaff eike...

Post a Comment