...jendela

Avatarmenengok sedikit ke pengalaman majemuk yang telah lewat

halaman 'bukan apa-apa' untuk orang-orang istimewa

Beberapa hari lalu, saya tidak sengaja menemukan blog kawan yang saya kenal lewat blog salah seorang kawan yang juga saya kenal. Saya langsung saja bertandang ke 'rumahnya'. Dan... sungguh manis. Lewat tulisan-tulisannya, saya tahu bahwa halaman sederhana itu ia persembahkan istimewa untuk anaknya yang pada 7 Oktober lalu genap berusia dua tahun. Saya tak mampu lagi berdecak, karena rasa kagum saya sangat keterlaluan. Beruntung sekali seorang anak yang memiliki ayah semacam kawan saya itu. Sebetulnya saya sedikit iri. Andai saja saya jadi anaknya, maka saya akan bilang pada seluruh dunia bahwa saya begitu mencintai ayah saya itu.

Ah, tapi tidak juga. Bapak saya tidak punya blog seperti saya dan kawan saya (jangankan blog, menggunakan komputer saja ia keburu gengsi). Tapi saya yakin, Bapak saya pun menuliskan pahatan-pahatan sejarah kebersamaannya bersama saya dan adik-adik saya (anak-anaknya yang nakal) di halaman yang hanya ia dan Ia yang tahu dengan tulisan yang paling indah dan kata-kata yang paling menakjubkan. Saya yakin karena bapak memiliki istri yang juga luar biasa, ibu saya terkasih. Merekalah yang membuat saya kembali merasa beruntung tiap kali gagal berkurusetra karena mencoba membaca dunia.

Biar saya saja yang mempersembahkan halaman 'bukan apa-apa' ini untuk Bapak dan Ibu saya, selain halaman istimewa yang dibuatkan Allah lewat tangan-tangan para malaikat. Tidak ada yang ungkapan-ungkapan revolusioner dan progresif di sini. Yang ada hanya keluhan, keluhan, dan keluhan seorang manusia ringkih yang saat ini sedang berusaha menamatkan kuliah. Tapi, di sela-sela keluhan itu, saya sisipkan sesuatu yang selalu membuat saya merasa istimewa: Bapak dan Ibu.


Pak, Bu, blog ini Adieu persembahkan untuk kalian.

0 comments:

Post a Comment