manusia bernama saya, pernah merasa ada di berbagai titik "paling" dan "sulit dipercaya" (jika tidak ingin dibilang ekstrim). saya pernah merasa 'paling' sedih. saya pernah merasa 'paling' senang. saya pernah merasa paling 'marah'. saya pernah merasa 'paling' kesal. saya pernah merasa 'paling' lucu. saya pernah merasa 'paling' garing. saya pernah merasa 'paling' iseng. saya pernah merasa 'paling' pendiam. saya pernah merasa 'paling' banyak bicara. saya pernah merasa 'paling' pintar. saya pernah merasa 'paling' bego. saya pernah merasa 'paling' lugu. saya pernah merasa 'paling' dewasa. saya pernah merasa 'paling' kaya. saya pernah merasa 'paling' miskin. saya pernah merasa 'paling' muda. saya pernah merasa'paling' tua. saya pernah merasa 'paling' sial. saya pernah merasa 'paling' beruntung. saya pernah merasa 'paling' lapar. saya pernah merasa 'paling' kenyang. saya pernah merasa 'paling' segar. saya pernah merasa 'paling' ngantuk. saya pernah merasa 'paling' wangi. saya pernah merasa 'paling' bau. saya pernah merasa 'paling' ramah. saya pernah merasa 'paling' judes. saya pernah merasa 'paling' cantik. saya pernah merasa 'paling' jelek. saya pernah merasa 'paling' tinggi. saya pernah merasa 'paling' pendek. saya pernah merasa 'paling' leluasa. saya pernah merasa 'paling' sempit. saya pernah merasa 'paling' besar. saya pernah merasa 'paling' kecil. saya pernah merasa 'paling' putih. saya pernah merasa 'paling' hitam. saya pernah merasa 'paling' gaya. saya pernah merasa 'paling' kampungan. saya pernah merasa 'paling' waras. saya pernah merasa 'paling' gila. kapannya, entah. berganti-ganti. satu waktu satu paling. siklis. saat habis semuanya teralami, maka akan kembali pada 'paling' yang lama dengan cara acak. siapa yang mengendalikan? hmm... siapa ya? pastinya dalam kasus ini saya yang menafsirkan lalu menyimpulkannya dari semua hal dan suasana yang mengitari saya.
dan saat ini, 'paling' gila sedang mendapat tempat dan menyita waktu-waktu saya. tepatnya, saya sengaja membiarkan waktu tersita untuk sesuatu yang, sekali lagi, 'paling' gila.
"jurig of the month", sebut saja begitu. mereka, manusia-manusia muda itu kembali tampak begitu manis dan mempesona. lalat-lalat pasar yang bau itu sedang terasa membawa wangi di hidung saya dan merdu di telinga saya. sekali waktu saya pernah begitu mengutuk mereka. sekali waktu saya pernah begitu menggila pada mereka. sekali waktu saya pernah begitu biasa. dan kali yang sekarang, gila itu kembali datang.
i know and really aware that there's nothing i could take from such "plastic surgery" mannequins. they're singing, dancing, showing their "lalat pasar" abilities, all out. but now, why? why do i so far like to collect their 'moments'? it's surely because i am in the crazy 'paling' now. how do you think? can it be a right enough excuse?
i am sure it only takes few days or not more than two weeks for them ringing and drawing on my head. after all, maybe i will go to another 'paling'. but don't you think i must be aware and take some precious actions all the times, because everything in this real world isn't as beautiful as what i watch from that media illusion, isn't it? that's why i called it "
lalat pasar".

-------------------------
Catatan: tanda apostrophe sengaja saya bubuhkan karena semua kesimpulan 'paling' ini sangat subjektif.
0 comments:
Post a Comment