banyak yang ingin saya catat malam ini. tentang adik laki-laki saya yang akan datang menjemput saya esok hari bersama bapak. tentang tugas-tugas di penghujung batas. tentang keteraturan. tentang segala benda yang menemani saya beberapa bulan ini. tentang kampung halaman. dan tentang makna tinggal. sebab itu, saya kira malam ini saya berencana untuk terjaga.ya, besok adik saya yang saya rindukan itu akan datang. saya menduga tingginya sudah hampir sekuping saya. tapi barangkali keceriaan dan gaya 'manja'-nya selalu sama karena posisinya sebagai anak bungsu dan anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga belum tergeser oleh apapun. benar, adik saya akan membantu saya mengangkat sejumlah barang dari kosan saya sekarang. mungkin hanya sekedar tas punggung, keyboard, dan buku-buku. kontrakan cepot yang saya tinggali sudah habis masa sewanya. saatnya bermigrasi. saya, bapak, dan adik saya akan sibuk bersama esok hari.
tapi, tahukah, saya dibikin bingung. kemanakah saya akan hinggap sementara tugas-tugas belum tuntas dan waktu semakin mendekati batas. benar goenawan mohamad bilang, orang dewasa adalah orang yang selalu resah dengan segala yang detail. gm mengamini sejumlah pemikir dan sastrawan yang berkata bahwa orang dewasa adalah orang yang selalu bicara angka-angka, efisiensi, serta rasionalitas. dan sayalah salah satu orang dewasa dalam terminologi gm itu. orang yang tengah resah, menghitung-hitung efisiensi, dan mempertimbangkan rasionalitas.
keterdesakan punya dua kemungkinan. pertama, terdesak membuat orang cerdas. dimana segala potensi keluar secara maksimal dan optimal. ini yang sering jadi bulan-bulanan para trainer: orang terdesak saja bisa optimal apalagi jika dipersiapkan jauh-jauh hari. itulah mengapa kawan saya mengatakan dalam kalimat tak langsung: we must think future is present. berkhayal? bukan, kilah kawan saya. sekedar menciptakan persiapan-persiapan pada sesuatu yang sesuai rencana atau terbalik sama sekali.
namun, jangan pernah lupa, terdesak pun punya wajah kemungkinan yang lain lagi: membuat orang kalap, buntu, dan kehilangan semua yang rasional. pada titik ini, yang tersisa hanya yang emosional. ini pula yang sering saya rasakan. mungkin juga kamu.
menangis dan malafalkan mantra-mantra keluhan pada satu titik adalah adalah cara untuk membasuh ketidaksiapan menerima porsi itu. pada akhirnya memang keluhan itu harus sementara. menangis pun begitu. sebabnya iman, yang sering dicerca oleh kaum yang merasa hadir setelah modernisme itu, memang mengharuskan siapapun yang memilikinya untuk bangkit serta menyusun serangkaian rencana untuk memperbaiki kehidupan dan berbagai kelumit yang muncul di dalamnya.
maka saya pikir, simpulan gm tentang orang dewasa itu belum final. orang dewasa adalah orang yang tahu dirinya adalah sesuatu yang lemah, yang sekali waktu tak mampu merasionalkan situasi. oleh sebab itu, maka harapan tak perlu putus. dan keyakinan bahwa yang terdesak itu pun bisa dilalui terus disuburkan.
itu yang ingin saya catat, kebingungan yang kadang mengantarkan saya pada penyesalan serta dorongan untuk menyelesaikan. karena, meskipun selalu muncul di penghujung, saya masih merasa bahwa Allaah SWT tak pernah absen memberikan yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya.
besok saya harus mangkat dari kamar cepot yang telah membuat saya cukup damai dan nyaman untuk tinggal ini. dan itulah "tinggal" yang masih harus terdefinisikan oleh konteks kesementaraan. sekilas. sekilas. sekilas. meski nyaman, tak bisa ditinggali selamanya. serupa shelter, dimana saya, kamu, dan semua orang yang hidup akan melanjutkan perjalanannya kembali. kemana? masing-masing kita punya pilihan. dan bukan hanya itu, di ujung sana itu ada kepastian. kepastian tentang sebuah kala dimana kita semua akan ditanya. dan di ujung itu pula "tinggal" tak lagi menjadi sementara. itu pula barangkali yang membuat manusia harus mengerti bahwa semua yang sekilas tak boleh begitu saja lepas. mesti ada makna, mesti ada kesan, mesti ada pelajaran.
...the secret of getting started is going ahead...
saya harus segera berkemas. dan malam ini saya sepertinya tak tidur. mendaftar barang, memilah-milahnya, mengepaknya, mengerjakan draft revisi biar besok saya bisa pulang kampung seperti yang saya janjikan pada adik dan ibu saya. sometimes it's nice for being organized.outside it's raining, still you shine
how i've missed your trembling hands inside of mine
i've been away for ages, still you care
do you count the sundays when i'm there
...
(K's Choice)
i've been away for ages, still you care
do you count the sundays when i'm there
...
(K's Choice)


0 comments:
Post a Comment