Saya sedang mandeg. Semua sedang terasa membosankan buat saya. Banyak yang hampir luput saya ingat. Orang-orang yang mengelilingi hidup saya. Bapak dan Ibu, terutama. Juga harapannya: "Kapan kamu lulus, Adieu?".
Hffhh...
Itulah mengapa saya bilang hidup tidak melulu bercerita tentang diri sediri, tapi juga orang-orang lain dengan kepentingannya masing-masing. Mudah-mudahan saya kembali menyadari itu semua, menyadari status saya sebagai anak bagi orang tua yang sudah mati-matian menyambung hidup untuk saya hingga saat ini.
Saya ingin sekali mensyukuri apapun, bahkan untuk segala yang tidak saya miliki. Saya sangat yakin, dari situ saya bisa belajar banyak. Tentang harapan, tentang kekecewaan, tentang sukses dan gagal, tentang tabah, tentang marah, tentang tangis, tentang bahagia, juga tentang bagaimana selanjutnya hidup harus saya jalani.
Bu, Pak, ternyata Adieu menemukan jejak-jejak harapan kalian di sini, di ruang ini. Ruang yang Adieu persembahkan untuk kalian: jendelanalar.


0 comments:
Post a Comment