...jendela

Avatarmenengok sedikit ke pengalaman majemuk yang telah lewat

memoar of jampang kulon

KKN. Hfhh... Konon banyak orang bilang itu adalah tugas suci mahasiswa. Seperti rasul saja. Pada mulanya khawatir, karena daerah yang akan ditempati kabarnya sesak dengan aroma mistis. Selain itu, daerah tersebut pun endemik rabies dan malaria. Namun ternyata, keluhan lain lagi muncul ketika saya dan teman-teman sampai di Jampangkulon. Wow.... Ternyata sangat jauh. Siapapun harus mencecap sensasi perjalanan luar biasa menuju tempat tersebut.
Di luar itu semua, rasanya keluhan kami terbayar. Selain karena banyak tempat yang menyenangkan, kenangan dan pelajaran yang saya dan kawan-kawan dapatkan tak terhitung jumlahnya.
Gambar-gambar berikut saya rasa cukup bisa mewakili sekilas perjalanan bersejarah di Jampangkulon:
Senang rasanya menghirup udara segar pagi hari yang tak lagi didapatkan di kota-kota besar. Mungkin udarapun ikut sibuk. Mengejar setoran? ^^


Ini dia yang paling eksotis. Saya menyebutnya si tokai kundang. Sejak awal kedatangan kami sampai akhirnya kami rampung KKN, benda monumental itu tetap ada, tak berpindah, tak mengurai, tak mengecil, tak juga membesar. Seperti kena kutuk saja.


Tidakkah gagah? (Ah adieu, itu biasa saja!)
Woooow........penyunya besar sekali!! Maaf karena kemarin kami telah 'menyiksamu'.
Seperti pagi, ia adalah katarsis bagi jiwa yang resah.
Siapapun bisa jadi kawan siapapun ^^
Ia yang masih menyimpan harap di sela-sela tanah yang retak.
Jakutos a.k.a Jampang Kulon Town Square, satu-satunya tempat yang membuat kawan-kawan sumringah. ("Ternyata di pelosok pun masih ditemukan jejak-jejak kota")

Emak&Abah..... Adieu kangen onigiri buatan Emak :(


--------------------------------------------------------------------------

Nostalgia adalah ketika yang menyakitkan terasa nikmat dan yang nikmat terasa menyakitkan. (Goenawan Mohamad)

0 comments:

Post a Comment