...jendela

Avatarmenengok sedikit ke pengalaman majemuk yang telah lewat

vita nouva

[introduksi yang sebetulnya tidak perlu kecuali untuk menajamkan eksistensi]

seandainya saya mengganda, saya akan membisikkan kata-kata serupa. sayangnya, cirex melahirkan kata-kata itu lebih dulu daripada saya. hehe.. becanda.

ini adalah satu lagi tulisan cirex yang membuat saya jatuh hati, saya gandakan dan saya tempel di sini. saya boyong paksa untuk singgah, tertanam, dan terbaca oleh siapa saja yang sengaja atau tak sengaja, telanjur atau tidak untuk menoleh ke halaman ini.

saya mengunyahnya dengan penuh suka cita dan cemas. mungkin kawan-kawan pun begitu. mungkin juga tidak. mungkin sebagian besar akan mencarik kertas, meraih pena, menuliskannya kembali, dan merapalkannya lekat-lekat di telinga manusia kecil yang Allaah hadirkan di tengah kehidupan kawan-kawan. mungkin juga tidak. biar saja.

Selamat datang, Nak, selamat datang di kehidupan yang kerap menjelma persimpangan tanpa marka jalan. Bersiaplah. Kebenaran yang hanya satu sering bersembunyi malu-malu, dan kejahatan sering berpura-pura tanpa ragu. Tak perlu kau terlampau risau. Selama kau pandai mengemas waspada, aku pastikan segalanya akan baik-baik saja. Hiduplah untuk bercuriga. Saat ini mungkin kau sangsi, setelah besar nanti kau akan mengangguk pasti.
 
Selamat datang, Nak, aku tak memiliki apa-apa untuk menyambut kedatanganmu kecuali sebaris nama. Tentu kau akan bertanya mengapa kau harus bernama. Tidak harus, Nak, tapi begitulah manusia. Semenjak Allah mengajarkan Adam tentang nama-nama, semenjak itulah manusia gemar memberi nama-nama. Manusia menamakan makhluk terbang itu burung, menamakan makhluk air itu ikan, menamakan sesuatu yang tinggi menjulang itu pohon, menamakan itu pelangi, itu sungai, itu samudra, itu cakrawala, itu debu dan pasir hitam. Dunia ini memang milik manusia, Nak, berbanggalah akan hal itu. Kau boleh mengubah nama yang aku berikan itu, kelak, jika kau tak menyukainya. Sebab, memang begitulah manusia. Gemar mengubah nama-nama. Gemar mengubah tanda-tanda. Gemar mengubah segalanya. Gemar mengubah peradaban hingga akhir zaman. Tapi tak sanggup mengubah hakikat dirinya sendiri bahkan sampai napas tersangkut di tenggorokan.

Selamat datang, Nak, aku akan mendampingimu dalam kebahagiaan dan kecemasan yang berimbang. Kehidupan tanpa kebahagiaan adalah kematian. Kehidupan tanpa kecemasan adalah kehidupan yang harus diperiksa ulang.
Selamat datang, Nak, selamat karena telah menjadi seorang manusia.

Salam sayang dari seseorang yang telah dipilih Allah untuk menjadi ayahmu:
Aku




temui langsung penulis di sini jika andapun jatuh hati dengan tulisannya

1 comments:

March 5, 2012 at 11:01 AM silma said...

ren, wish u retexted this to me when i gave birth to my son heu..heu... . even late, i'm glad, could reach this. days are back for me to walk after my brain was full of shit he...

Post a Comment