rindu itu begitu purba. begitu mengganggu. namun bisa diringkas dengan hanya mengirimkan beberapa deret kata untuk saya sampaikan pada nomor sejumlah sahabat di masa lalu, tanpa melankoli.
sambil menikmati jalanan bandung-jatinangor yang riuh, saya mengingat-ingat kembali beberapa kilasan, beberapa penggal momentum di tahun-tahun silam. tahun dimana saya dan sahabat-sahabat saya begitu ranum. dorongan untuk hadir dan diakui meluap tak terbendung kala itu. kami pun benar-benar menghadirkan diri, mencari definisi kehadiran dengan cara yang konyol juga memalukan untuk kami ingat lagi di masa kini. ah, masa muda. seandainya bisa waktu bisa saya geret mundur, sumpah demi SM*SH, saya tidak akan pernah melakukan kegilaan itu. untung saja waktu memang tidak bisa diulang. karena Allah tahu betul bagaimana membuat hidup kami tidak pasi dan hambar. Allah tahu betul bagaimana saya bisa tersenyum dengan hanya mengingat di jeda waras yang nyaris terkuras.
di akhir pesan pendek itu: "gimana kalo kita bikin konser nostalgia? tajuknya TRIBUTE TO JAMI' VOICE? haha.."
sahabat lama saya yang sibuk dengan clay-nya (baca: her adorable son) di suatu sudut jakarta itu menimpali: "boleh. kamu yang jadi manajer proyeknya. haha.."
saya tahu dia tidak serius karena saya pun sadar bahwa dia tahu saya pun tidak serius. pertanyaan saya di akhir itu hanya cara agar saya tidak terlihat sepi. sepi yang saya kreasikan dan saya besar-besarkan sendiri.


0 comments:
Post a Comment