...jendela

Avatarmenengok sedikit ke pengalaman majemuk yang telah lewat

obscurantism

saya sedang dekat dengan krayon, sketch book yang saya nobatkan sebagai catatan, kamera (pinjaman), dan si onew (laptop saya). kata-kata di kepala saya sedang berlibur, entah kemana dan sampai kapan. biarlah. tapi, saya kira, saya harus tetap mencari cara untuk membuat betah kesan dan ingatan, meski tanpa kata.

dengan empat benda itu, saya senang membekukan sesuatu. tentang semut yang berjalan runut. tentang letih yang menjadi tua dan perih. tentang cinta pathetic yang menggembungkan kelopak mata. tentang bulan demi bulan yang terbirit berjalan. tentang daun-daun yang jatuh terayun. tentang senja yang menyala. tentang tangis yang tak kunjung habis. ya, tentang segala hal yang enggan saya obral pada mereka, orang-orang yang saya kasihi. tentang segala yang musrti dikebiri saat sampai di ujung jari,

obscurantism... indeed i'm on the run.

twisted

oh satellite above. where are you? so many things i have to tell you of. please come back soon. you went through an open door or a hole in the floor. you vanished and i can't see you anymore

dreams never die. when we sleep leave the open sky and the deep shades over head of blue and red. is this the end? will you come back again?

i searched beyond the clouds. are you there? i walked sadly onward through the crowds alone somewhere. i saw beyond the blur to right where you were and i beheld the sight so pure.

sky sailing | blue and rad | dressmaker | nikon d50 | adobe photshop cs4 | adieuamateur | 2010

hiatus

betapa menakjubkan warna jingga yang meredup kala matahari mulai menelusup. serupa mencerabut daun liar kecil itu lalu menyimpannya di sela-sela catatan, menikmati gumam yang rembes pelan ke dalam jiwa, menjalin lega dan sunyi dalam setarik nafas, melupakan sejenak ekpektasi yang lekat di kanan kiri, lalu ... sed fugit interea, fugit irreparabile tempus.

fatigue

menua adalah niscaya. dan saya senang melihat mereka yang idealis menjadi tambun saat semakin tua. sekaligus khawatir. di sela-sela lemak yang melipat-lipat itu, idealisme jera, tak diberi nyawa.

-----------------------------
(catatan sembarangan, tak sengaja begitu saja melihat sejumlah kawan di gerbang unpad sore hari. hmm.. mereka semakin tua. saya juga. hoho...)