...jendela

Avatarmenengok sedikit ke pengalaman majemuk yang telah lewat

Pidi Baiq 'Belum Insyaf'

Ibu saya pernah bilang, kita harus minta maaf jika merasa sudah melakukan kesalahan. "...minimal, istighfarlah!", begitu perempuan paruh baya itu berkata. Namun sepertinya, hal ini tidak berlaku bagi Pidi Baiq.
Mungkin pria yang lahir 10 hari menjelang perayaan HUT RI ke-27 ini memang tidak merasa sudah kesalahan ketika jiwa isengnya memaksa muncul ke permukaan bumi. Dan karena itu, ternyata Drunken Monster tidak cukup untuk mewadahi rekaman 'isengitas' Pidi Baiq yang menyejarah.
Drunken Molen, adik kandung dari Drunken Monster, pun lahir di akhir semester pertama tahun ini. Drunken Molen bercerita banyak tentang "Cacatnya Harian Pidi Baiq" yang lain. Buku aneh yang membuat pembacanya ketagihan. Jaya Suprana menyebutnya supersonic humor flavoured with horror. Sudah tak 'hidup' lagi 'normalitas' di dalamnya, normalitas isi maupun penyajian tulisan. Saya tak pernah menyangka ada orang seperti Pidi Baiq hidup dan bertahan di planet ini. Saya sempat berpikir bagaimana jadinya nasib para 'korban'. Mudah-mudahan mereka tidak ketagihan untuk dijaili. Mudah-mudahan juga saya tidak pernah mengalami hal serupa dengan mereka. Kalaupun iya, setidaknya saya akan berkata pada diri saya sendiri: "Anggap saja barusan kamu masuk salah satu variety show di salah satu statsiun televisi." Tapi mudah-mudahan tidak ^^
Selengkapnya baca saja sendiri....
(Sssstttttt..........)...giliran Pidi Baiq yang bicara:
"Inilah ini, Drunken Molen. Inilah ini dari saya dan itulah diri kamu. Setiap orang memiliki latar belakangnya sendiri sehingga satu sama lain otomatis saling berbeda. Ini akan menyenangkan jika kita tidak saling memaksa untuk menjadi sama, untuk menjadi seragam sepemikiran, untuk seraagam dalam perilaku, untuk seragam dalam bersikap karena kita ini bukan robot. Mari, telah tiba masaanya untuk mendahulukan menengok diri sendiri agar menjadi bijaksana, sehingga bisa memahami sebelum memarahi karena kita tidak diciptakan dari api. Kau tidak perlu merasa paling benar jika saya salah, dan saya tidak perlu merasa paling salah jika kau benar."

0 comments:

Post a Comment