...jendela

Avatarmenengok sedikit ke pengalaman majemuk yang telah lewat

catch


gambar ini selalu terlihat menyegarkan bagi saya. yang terbayang kemudian adalah mereka, orang-orang yang sangat saya kasihi. meski saya sempat berpikir untuk tidak boleh mengandalkan orang lain, namun harapan bahwa mereka pun akan menjadi pemacu saya untuk tetap melangkah dan menjadi penopang saat melemah, masih saja ada. maka izinkan saya membuat pembenaran seperti ini: itulah mengapa manusia tidak hanya diciptakan Allaah SWT satu orang saja di muka bumi ini.

unforgotten

bosnia
kosovo
kashmir
chechnya
palestine
afghanistan
iraq
pakistan
...

in what position will you face Allaah SWT on the day of judgement when you stand in front of Allaah SWT who knows the unseen and who knows the secret and hidden? in what position will you meet Allaah SWT when your counterpart on the day of judgement will be a child from the children of the muslims in Palestine who says: "O Allaah, O my Lord! i asked for help from the islamic ummah, but the islamic ummah didn't react."?

unforgiven


"WESTERN Political language is designed to make lies sound truthful and murder respectable, and to give the appearance of solidity to pure wind"
- George Orwell -

perempuan yang tangisnya tumpah karena berpisah

siang itu tangisnya tumpah begitu saja. kata-katanya tercekat. beku. semua menunggu.

saya tidak terlalu mengerti tentang arti sebuah kebersamaan mungkin. saya menganggapnya sedikit berlebihan. tapi rasanya, kali ini saya harus mulai mengalah.

dan perempuan itu tangisnya tumpah begitu saja. perpisahan baginya sangat menyedihkan. dan tangisnya yang tumpah itu mengundang air mata dari kelopak-kelopak mata lain dari sebagian besar orang di ruang ini ikut menerabas, menyapa udara bebas.

ia pun mulai bicara. tentu saja dengan suara terbata-bata.

saya cukup mengerti dengan ritme ini, tidak patut saya sesali. tapi sedih bagi saya ketika saya harus berpisah dari orang-orang saat saya sudah tak lagi menyekatkan jarak dengan mereka, lirihnya. dan perempuan itu melanjutkan ceritanya, menayangkan kenangan-kenangannya yang baginya tak bisa terlupakan.

saya tersenyum dan berpikir, begitu dalamkah ia memaknai kebersamaannya dengan orang-orang yang baru ia kenal dalam beberapa bulan ini? saya bergumam, Maha Suci Engkau Wahai Dzat Penggenggam Seluruh Jiwa yang telah menjadikan perintah dan larangan-Mu sebagai pengikat bagi kami, peruntuh benteng-benteng egoisme kami.

dan perempuan yang tangisnya tumpah begitu saja itu mengingatkan saya tentang satu hal. kebersamaan, kedekatan, rasa saling empati dan bersimpati, atau apapun yang semacamnya seringkali bermakna saat perpisahan datang. dan seringkali kedatangannya disambut dan disalami dengan kesedihan dan mata yang berlinang.

ingatkah bagaimana Rasulullaah SAW menitikkan air mata saat mautnya tiba karena memikirkan umatnya? dan ingatkah bagaimana para sahabat RA yang sangat mengasihi beliau SAW tersedu melepas kepergian sang kekasih Allaah itu?

baiklah, kali ini lagi-lagi saya memang harus mengalah.


mudzakarah, 28 maret 2010