...jendela

Avatarmenengok sedikit ke pengalaman majemuk yang telah lewat

apa buku?

Apakah buku? Ia adalah letupan imajinasi dari orang yang menulisnya. Namun iapun cermin dari orang yang membacanya.
Lalu, siapa yang lebih punya hak atas sebuah buku?

sempit

dunia menyempit,
hanya ada kau,
dan aku,
dan,
suara menderas dari kertas-kertas
yang kau kirimkan pagi itu....

butuh jeda

Kau punya bahasa sendiri untuk menjelaskan segala hal yang kau temui, segala hal yang kau pikirkan, segala hal yang kau rasakan. Bahasa yang sangat sulit kumengerti. Bahasa yang pelafalannya pun membuatku lelah. Bahasa yang berputar-putar. Namun barangkali sejak itu aku mengerti bahwa dunia tak mesti diterangkan dengan sesuatu yang seragam. Dunia tak mesti diterangkan dengan penyampaian yang tegas bentuknya. Karena mungkin saja kau lebih mengerti bahwa manusia, siapa pun ia, butuh jeda. Jeda untuk sekedar mencari pengertiannya sendiri.

bukan hanya cinta

Barangkali bukan hanya cinta yang membuat orang buta, tapi juga perut yang lapar.


(penghujung malam dimana kau mengakhiri ceritamu)